Tuesday, March 15, 2022

Mahasiswa PKn UPI Laksanakan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat di Desa Indragiri, Rancabali Kabupaten Bandung

 


Hallo U-Friend Sebanyak 25 mahasiswa yang tergabung dalam suatu himpunan yang bernama Himpunan Mahasiswa Civics Hukum telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung pada hari Kamis, 10 Maret 2022..

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat atau yang biasa disebut P2M HMCH ini merupakan salah satu program kerja dari Bidang Sosial Kemasyarakatan BEM HMCH sekaligus merupakan hajat besar mahasiswa PKn angkatan 2019, 2020 dan 2021.

Kegiatan P2M HMCH tahun ini mengusung tema “Mengabdi Pada Negeri melalui Berbakti dengan Aksi dan Bergerak Dengan Hati” dan dalam pelaksanannya sendiri, kegiatan P2M ini dilaksanakan secara blended dimana sebanyak 250 mahasiswa PKn mulai dari angkatan 2019, 2020, dan 2021 melaksanakan kegiatan P2M secara mandiri di lingkungannya masing-masing dan sebanyak 25 mahasiswa melaksanakan kegiatan P2M terbatas di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan di Desa Indragiri tepatnya di RW 07 Ciparay meliputi kegiatan PKn Mengajar, Pembuatan Pojok Baca HMCH, Kegiatan sosialisasi kesehatan dan penimbangan bayi di posyandu, serta pemberdayaan desa lewat pemasangan peta dusun dan promosi tempat wisata Stamplat Girang dan Kampung Nyampay.

Rifky Ramadhan selaku Ketua Pelaksana kegiatan P2M HMCH 2022 menghaturkan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana kegiatan, aparatur desa, serta bapak ibu dosen yang selalu membersamai dan turut menyukseskan kegiatan P2M HMCH tahun ini.

“Kita selaku mahasiswa yang lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat harus senantiasa selalu mengabdikan diri kita untuk memajukan kemaslahatan masyarakat juga dan kita harus selalu semangat dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dimanapun itu karena sejatinya pengabdian merupakan wujud implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambah Rifky.





Saturday, September 25, 2021

Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Literasi melalui Kegiatan KKN Tematik


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah meluncurkan Program Sekolah Penggerak (PSP) sebagai inisiatif untuk membumikan cita-cita Merdeka Belajar (1/2). Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan Salah satu langkah yang diterapkan untuk mendorong kualitas pendidikan dan kapasitas Sumber Daya Manusia. Sekolah Penggerak menjadi katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila.

Setiap Sekolah Penggerak merancang seperangkat kegiatan yang dapat menguatkan karakter Profil Pelajar Pancasila. Begitu pula yang dilakukan di SDN 114 Bojongkoneng Cibeunying, Kota Bandung yang juga ikut serta dalam Program Sekolah Penggerak (PSP).

Bersama dengan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan UPI yang sedang melaksanakan kegiatan KKN Tematik Literasi & Rekognisi MBKM-Puspresnas sebagai kolaborator dan para guru kelas sebagai fasilitator, SDN 114 Bojongkoneng Cibeunying merancang program pembelajaran penguatan Profil Pelajar Pancasila yang diintegrasikan dengan penguatan literasi baca-tulis, literasi numerasi dan literasi sains siswa. Mahasiswa yang menjaadi kolaborator tersebut yakni Nendi Saefuloh dari program studi Pendidikan Kewarganegaraan angkatan 2018.

Kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDN 114 Bojongkoneng Cibeunying ini dilaksanakan selama seminggu dimulai pada Senin (13/9). Kegiatan Penguatan Profil ini ditujukan kepada siswa berbagai tingkat kelas dan terbagi menjadi 2 fase. Fase A untuk siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3, dan fase B untuk siswa kelas 4 sampai dengan 6.

Kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDN 114 Bojongkoneng Cibeunying kali ini mengangkat tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan Topik Sampahku, Tanggung jawabku. Pemilihan Topik dan Tema ini pula sejalan dengan Kota Bandung yang sedang menggalakan Program Kang Pisman di tiap daerah dalam rangka meningkatkan kesadaran warga terhadap lingkungan sekitarnya, terutama kesadaran akan pengelolaan sampah.

Kegiatan Penguatan yang dilakukan yakni dengan mengajarkan pentingnya mengelola sampah selain sebagai pembelajaran tanggung jawab siswa juga sebagai bagian dari literasi sains, serta penguatan literasi baca-tulis dengan penyediaan bahan bacaan ringan yang disediakan oleh kolaborator.


Setelah itu siswa ditugaskan di rumahnya untuk mengelola sampahnya sendiri. Pengelolaan yang dilaksanakan adalah dengan menugaskan siswa membuat tempat sampah sederhana dan memilah sampah yang dihasilkannya sesuai dengan jenis-jenis sampah. Sebagai penguatan literasi numerasi, siswa juga diarahkan untuk menghitung jumlah sampah yang dihasilkannya. Terkhusus untuk siswa Fase B ditugaskan untuk menyajikan data mengenai sampah yang dihasilkannya dalam bentuk diagram batang.

"Adanya kegiatan khusus penguatan profil pelajar pancasila ini, diharapkan dapat mulai menumbuhkan dan membiasakan sikap-sikap siswa yang sejalan dengan 6 elemen profil pelajar pancasila", tutur Nendi.

Kegiatan serupa rencananya akan dilakukan kembali di SDN 114 Bojongkoneng Cibeunying dengan mengangkat tema yang berbeda.


Wednesday, September 22, 2021

Mengoptimalkan Pendidikan Selama Pandemi di SDN Sukamukti 02 dengan Kolaborasi Antar Kampus

  Indonesia sedang membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk bergerak secara sinergis dalam rangka menyukseskan pendidikan nasional. Gerakan ini dapat dilakukan oleh siapapun termasuk mahasiswa untuk membantu sekolah, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk memberikan kesempatan belajar optimal kepada semua peserta didik dalam kondisi terbatas dan kritis selama pandemi. 

    Mahasiswa sebagai agent of change dapat berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa melalui pengetahuan, ide dan keterampilan yang dimilikinya. Program Kampus Mengajar 2021 hadir sebagai bukti dedikasi kampus melalui  mahasiswa untuk bergerak menyukseskan pendidikan nasional dalam kondisi pandemi.  Maka Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai salah satu kampus pendidikan yang memiliki visi “Pelopor dan Unggul”, mendukung mahasiswanya untuk mengikuti program ini apalagi diperkuat dengan label “Kampus Pendidikan” yang akan mencetak banyak calon guru berkompetensi. 

    Namun seperti tujuannya yang telah dikemukakan oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bahwa sebagai bagian dari program Kampus Merdeka, program Kampus Mengajar 2021 tidak hanya melibatkan mahasiswa dari latar belakang pendidikan melainkan juga dari mahasiswa non-pendidikan. 

    Latar belakang yang beragam tersebut dibutuhkan untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah dan membuat berbagai inovasi khususnya pada jenjang SD dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Salah satu sekolah yang menjadi mitra kerjasama kemendikbudristek dalam program ini adalah SDN Sukamukti 02, Kabupaten Bandung Jawa Barat yang masih berakreditasi C. 


    Tim program kampus mengajar 2021 yang terpilih untuk ditempatkan di SDN Sukamukti 02 ini antara lain Fuji Kania Fauziah dari jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ranti Hajrianti dari jurusan Pendidikan Geografi UPI, Diana Putri Cintami dari jurusan Sastra Inggris UPI, Wafa Nur Azizah dari Pendidikan Kewarganegaraan UPI, Riri Nurandriani dari jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Bandung (UNISBA), Shifa Nurul Aulia dari jurusan Pendidikan Agama Islam UNISBA, Aulia Nur Aisyah dari jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini UNISBA, dan Muhammad Galuh Tresna Kusumah dari jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Langlangbuana (UNLA). 

    Ke-delapan mahasiswa ini sedang menempuh pendidikan pada semester 6 pada saat program berjalan (syarat mengikuti program minimal mahasiswa yang sudah menempuh semester 5 perkuliahan), hadir membantu dari mulai mengajar kelas 1-6, membantu pelaksanaan Ujian Sekolah, membantu administrasi seperti pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pengisian raport siswa, juga membantu adaptasi teknologi khususnya pembuatan “Perpustakaan  Digital” yang berisi buku tema, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), video pembelajaran, dan berbagai buku lainnya dalam bentuk e- book yang dapat diakses oleh siapapun tidak hanya oleh guru dan siswa saja. 

    Kehadiran mahasiswa program kampus mengajar 2021 selama kurang lebih 3 bulan yakni mulai dari 22 Maret-25 Juni 2021 di  SDN Sukamukti 02 dari berbagai kolaborasi kampus yakni Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Bandung dan Universitas Langlangbuana, memiliki dampak positif bagi SDN Sukamukti 02 karena dapat membantu pelaksanaan pembelajaran dan membantu memperbaiki sifat peserta didik selama masa pandemi sesuai dengan tujuan program kampus mengajar 2021 yakni  memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan serta membantu sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang optimal terhadap semua peserta didik pada jenjang SD dalam kondisi terbatas dan kritis selama pandemi.

    Adapun tujuan utamanya yakni terwujudnya profil pelajar Pancasila yakni perilaku peserta didik SD dalam keseharian harus mencerminkan perilaku pembelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan relevan dengan nilai-nilai Pancasila.

Friday, August 13, 2021

Siswa Sering Menjadi Sasaran, Tim PKM UPI Teliti Radikalisme di SMA Se-Kota Bandung

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Pendidikan Indonesia  (UPI Bandung) melakukan penelitian tentang “Radikalisme di Sekolah Menengah Atas kota Bandung”.

Ketua tim PKM UPI, Muhammad Nur Imanulyaqin menjelaskan, “penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai riset yang menyatakan siswa SMA seringkali menjadi sasaran dari diaspora paham radikal bahkan paparannya bisa sampai masuk ke ruang kelas. Maka dari itu perlu dilakukan deteksi secara masif untuk mengetahui apakah siswa SMA di kota Bandung juga banyak yang terpapar atau tidak. Selain itu, menurutnya penanganan radikalisme yang efektif adalah penanganan yang mampu membedakan antara yang sudah terpapar dan yang tidak. Kemudian penanganan yang sudah terpapar pun harus disesuaikan lagi dengan motif dan proses radikalisasinya karena setiap individu memiliki proses radikalisasi yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan deteksi untuk mengkategorikan siswa-siswa tersebut.”jelas Iman dalam rilisnya, sabtu (24/07/2021).

Tim peneliti terdiri atas Muhammad Nur imanulyaqin yang merupakan mahasiswa dari program studi Pendidikan Sosiologi angkatan 2017, kemudian Asep Soleh yang merupakan mahasiswa dari program studi Ilmu Pendidikan Agama Islam angkatan 2018, dan Dwi Gita cahyanurani yang merupakan mahasiswa dari program studi Pendidikan Kewarganegaraan angkatan 2018. Tim peneliti ini dibawah bimbingan Asep Dahliyana, S. Pd., M.Pd.

Menurut tim, penanganan radikalisme di sekolah itu tidak boleh hanya berfokus pada karakteristik radikalisme ISIS dan Al-Qaeda saja, karena pada pada dasarnya kedua kelompok tersebut hanya salah satu dari banyaknya kelompok radikal yang berkembang di Indonesia. Perlu ada penanganan radikalisme yang mampu memperhatikan berbagai kelompok radikal seperti halnya HTI, PKI, kemudian karakteristik yang mirip kelompok kriminal bersenjata dan lainnya karena pada dasarnya mereka memiliki kebahayaan yang sama besar dalam implementasinya dilapangan.

“Kemudian lanjutnya, karakteristik berbagai kelompok tersebut juga ditemukan dikalangan siswa sekolah menengah atas, sehingga tidak boleh diabaikan eksistensinya”

Dalam penelitian ini Tim PKM UPI akan menguak bagaimana tingkat radikalisme di kalangan siswa sekolah menengah atas, kemudian bagaimana karakteristik pemahaman afiliasinya, bagaimana sumber dan faktor penyebabnya serta bagaimana solusinya. “Harapannya melalui penelitian ini mampu menjadi acuan bagi penyelesaian radikalisme yang ada dikalangan siswa yang kian hari kian masif,” Ucap Iman.

Dosen pembimbing dalam penelitian ini, Asep Dahliyana mengatakan “penelitian ini sangat penting mengingat kasus radikalisme di Indonesia selalu mengalami gejolak setiap tahunnya. Selain itu, kasus teror pun selalu terjadi tiada henti. Jika radikalisme ini tidak segera ditangani dengan baik maka sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI”. Kata Dosen UPI Bandung ini.

Friday, August 6, 2021

Civics Caring Apps: Media Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter dan Teknologi

Pendidikan karakter pada masa sekarang tentunya memiliki banyak kendala dan hambatan. Terlebih lagi karena sejatinya karakter seseorang dapat kita nilai dengan berinteraksi secara langsung. Berawal dari banyaknya keluhan yang disampaikan baik dari tenaga pendidik maupun orangtua yang menyampaikan, bahwa dengan adanya pembelajaran daring ini moral dan etika peserta didik berkurang. Terlebih lagi, kurangnya pengawasan langsung dari tenaga pendidik di sekolah membuat orangtua kewalahan.

Dengan banyaknya hambatan yang ada di tengah masyarakat, Tim PKM Universitas Pendidikan Indonesia yang berasal dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang beranggotakan Mutiara Imtisyal Ammatulloh, Noviani Permana, Rizwan Firmansyah, Lussy Nur Sha’adah dan Zahra Ihsani Izzatunnisa, serta dosen pembimbing Bapak Dwi Iman Muthaqin, S.H., M.H, telah membentuk sebuah terobosan aplikasi yang bertujuan untuk selalu memonitor perkembangan karakter peserta didik.

Salah satu anggota Tim yaitu saudari Zahra menjelaskan, aplikasi ini bernama Civics Caring Apps dan memiliki beragam fitur, seperti Berly, Cerly, Vidly, Tesly, Monte serta Testimoni. Fitur-fitur tersebut disusun dengan berbentuk game agar peserta didik yang duduk dijenjang 4-5 Sekolah Dasar tidak merasa bosan. Civics Caring Apps ditujukan pada peserta didik kelas 4-5 Sekolah Dasar karena pada dasarnya, anak pada usia tersebut sangat membutuhkan asupan-asupan pengetahuan kognitif dan penyesuaian karakter yang baik, ujar Zahra (05/08/2021).

Lengkapnya pada fitur pertama dalam Civics Caring Apps ini bernama Berly (Belajar bersama Carly), berisi materi interaktif terkait nilai-nilai karakter yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik. Kedua, Cerly (Cerita dari Carly), berisi kumpulan dongeng atau cerita rakyat yang mengandung pesan dan moral yang dapat diteladani oleh peserta didik. Ketiga, Vidly (Video dari Carly), berisi tayangan video mengenai keberagaman bangsa dan nilai-nilai toleransi. Keempat, Tesly (Tes dari Carly), berisi game edukatif dalam bentuk kumpulan soal yang didalamnya terdiri dari tingkatan level dimana setiap levelnya mempunyai poin atu nilai sebagai bentuk rewards, agar peserta didik lebih termotivasi. Kelima, Monte (Monitoring untuk teman-teman), berisi tentang pernyataan aktivitas yang telah dilakukan oleh peserta didik. Dan yang terakhir yaitu Testimoni dari Ayah dan Bunda, berisi tentang tanggapan orang tua atau wali dari peserta didik, terkait Civics Caring Apps. Testimoni ini ditujukan untuk  menerima pandangan dan komentar dari orangtua mengenai bagaimana perkembangan peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Civics Caring Apps.

Adapun Mutiara menambahkan bahwa, dalam penyusunannya, aplikasi ini telah mendapat berbagai masukan, kritik serta saran yang diberikan oleh berbagai tenaga ahli di bidangnya. Maka dari itu, dengan adanya berbagai masukan tersebut, para anggota Tim juga berharap agar aplikasi ini dapat terus berkembang dan dapat digunakan oleh masyarakat luas dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Ujar Mutiara (05/08/2021). 

Someah: Kolaborasi Mahasiswi PKn dengan Mahasiswi Psikologi UPI untuk Peningkatan Civic Disposition melalui Kesehatan mental Warga Negara



Empat mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melalui Program Kreativitas Mahasiswa membuat sebuah platfrom Solidaritas Mental Health (SOMEAH) untuk mengatasi gejala gangguan Kesehatan mental agar tidak berlanjut kearah yang lebib serius. Platform SOMEAH itu merupakan hasil karya dari Renita Bersama anggota tim Ane, Khofifah dan Riska.

Dalam pengembangan platform SOMEAH, Renita menuturkan bahwa timnya dibimbing oleh Dwi Iman Muthaqin S.H., M.H. yang merupakan dosen Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI

“Melalui desain produk berbasis digital berbentuk platform instagram, facebook, twitter, tiktok serta website akan memudahkan proses edukasi warga negara terutama pada generasi Z mengenai gejala kesehatan mental, serta mempermudah penanggulangan gejala gangguan kesehatan metal sehingga mampu menekan permasalahan kesehatan mental generasi Z di Indonesia”, ujar Renita (06/08).

Lebih lanjut, Hasil survei menyatakan bahwa lebih dari 70% mengakui bahwa platform SOMEAH dapat memberikan efektivitas yang baik untuk menanggulangi kesehatan mental Generasi Z sebagai generasi yang memiliki peran besar dalam membangun warga negara. Selain itu juga, sebanyak 80% responden mengakui bahwa platform SOMEAH dapat membantu memberikan pemahaman kepada Generasi Z sehingga platform ini dapat dikatakan sebagai media sosial yang memberikan peran positif yang bermanfaat tidak hanya bagi penderita gangguan kesehatan mental tetapi juga bagi Generasi Z dalam mengenali pentingnya kesehatan mental untuk mengembangkan karakteristik warga negara, ujar Khofifah (06/08).

Untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut mengenai platform SOMEAH, dapat dengan mengunjungi sosial media dan website SOMEAH, berikut:

Instagram: @someah_official (https://instagram.com/someah_official?r=nametag)

Twitter: @official_someah  (https://twitter.com/official_someah/status/1405677386658574336?s=21)

Tiktok: @someahofficial (https://vt.tiktok.com/ZSJCAwnrg/)

Facebook: Someah (https://www.facebook.com/profile.php?id=100069459646165)

Website: https://someahwebsite.my.id/



Monday, November 5, 2018

RILIS MADING CIVICORE EDISI 1


Koor. Mading, Tim Redaksi Unit Pers dan Penerbitan, Himpunan Mahasiswa Civics Hukum FPIPS, Universitas Pendidikan Indonesia periode 2018-2019, merilis majalah dinding civicore edisi pertamanya pada Senin, 5 November 2018 di Lt. 2 Gd. FPIPS UPI dekat Civic Corner (samping ruang administrasi departemen PKn). Dalam majalah dinding tersebut, terdapat berbagai informasi dan berita yang menarik khususnya seputar Info HMCH dan rubrik lainnya seperti UPP Berkarya, Cukup Tahu, Kita Bangga dan Pembaharuan.

Ini merupakan majalah dinding edisi pertama di kepengurusan Direktur Widianto sejak Direktur sebelumnya Yoga Surya Atmaja demisioner. Mading ini memiliki inovasi terbaru dan yang tentunya sangat menarik konten pembahasannya.

Saturday, September 15, 2018

WIDIANTO DIREKTUR UPP HMCH PERIODE 2018-2019


Unit Pers dan Penerbitan HMCH Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Musyawarah Besar, pada hari Jumat, 14 September 2018 di Taman Baretty Jln. Dr. Setiabudhi No.228 Bandung. 


Musyawarah Besar ini merupakan forum tertinggi dalam salah satu unit khusus HMCH ini, dimana forum ini terdapat pelaporan pertanggungjawaban kinerja akhir kepengurusan UPP Media Periode 2017-2018, pemilihan Direktur UPP HMCH 2018-2019, serta diakhiri pembahasan anggaran rumah tangga (ART) UPP. Direktur UPP Yoga Surya Atmaja didampingi pengurus inti melaporkan kinerja kepengurusannya kepada seluruh crew UPP yang hadir pada mubes ini. 


Dalam kesempatan ini,  setelah pelaporan pertanggungjawaban diterima forum. Selanjutnya pembahasan ART UPP yang kelak dijadikan sebagai dasar alur organisasi selama periode 2018-2019.  Lalu diakhiri dengan pemilihan Direktur UPP yang baru, dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah dari seluruh pengurus crew UPP maka terpilihlah saudara Widianto sebagai Direktur UPP HMCH Periode 2018-2019.



Thursday, August 16, 2018

RICKIE RIZKIE RAMADHAN KOMANDAN CHMC HMCH PERIODE 2018-2019


Civics Hukum Motor Community Himpunan Mahasiswa Civics Hukum Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Musyawarah Besar, pada hari selasa 14 Agustus 2018 di Museum Pendidikan Nasional UPI Jln. Dr. Setiabudhi No.228 Bandung. 

Musyawarah Besar ini merupakan forum tertinggi dalam salah satu unit khusus HMCH ini, dimana forum ini terdapat pelaporan pertanggungjawaban kinerja akhir kepengurusan CHMC Periode 2017-2018, pemilihan komandan CHMC 2018-2019, serta diakhiri pembahasan anggaran rumah tangga (ART) CHMC. Komandan Ivan Suparman didampingi sekjen dan bendahara melaporkan kinerja kepengurusannya kepada seluruh anggota CHMC dan tamu undangan yang hadir pada mubes ini. 


Dalam kesempatan ini,  setelah pelaporan pertanggungjawaban diterima forum. Selanjutnya pemilihan komandan CHMC yang baru, dengan berbagai pertimbangan dari seluruh pengurus CHMC, terpilihlah saudara Rickie Rizkie Ramadhan sebagai komandan CHMC Periode 2018-2019. Lalu diakhiri dengan pembahasan ART CHMC yang kelak dijadikan sebagai dasar alur organisasi selama periode 2018-2019.  (Widianto/UPP)

Saturday, July 14, 2018

Chandra Lesmana Kapten Civics Hukum Soccer Society HMCH Periode 2018-2019



Civics Hukum Soccer  Society Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (CHSS HMCH), Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Kongres, Jumat (13/07) di Lobby Timur FPIPS, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 228 Bandung. Kongres ini merupakan forum tertinggi dalam salah satu unit khusus HMCH ini, di mana forum ini merupakan forum pelaporan pertanggungjawaban kinerja akhir Pengurus CHSS periode 2017-2018, pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART) CHSS dan pemilihan Kapten CHSS yang baru.

Kapten CHSS 2017-2018, M. Siddik Rizaldi didampingi para pengurusnya melaporkan kinerja kepengurusannya kepada seluruh anggota CHSS dan tamu undangan yang hadir pada kongres ini. Banyak kritikan, saran, dan masukan dari seluruh peserta Kongres kepada organisasi CHSS agar CHSS dapat berjalan secara maksimal dan memperoleh hasil yang lebih baik dikemudian hari.

Dalam kesempatan ini, setelah laporan pertanggungjawaban diterima forum, dilanjutkan pembahasan ART CHSS yang kelak dijadikan sebagai dasar alur organisasi, dan selanjutnya dilakukanlah proses pemilihan Kapten CHSS HMCH periode 2018-2019, dalam musyawarah yang berlangsung cukup alot ini, kemudian setelah berbagai musyawarah dan akhirnya setelah kata mufakat telah di setujui oleh berbagai pihak terpilihlah Chandra Lesmana sebagai Kapten Civics Hukum Soccer Society HMCH FPIPS UPI periode 2018-2019. (UPP)

Tuesday, May 29, 2018

MUSYAWARAH MAHASISWA CIVICS HUKUM KE-49


Bandung, UPI- Fahmi Nurul Huda terpilih menjadi ketua DPM menggantikan Estu Supriyadi, dan Edah Jubaedah terpilih menjadi Ketua Umum BEM menggantikan Agil Nanggala dalam Musyawarah Mahasiswa ke-49, Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (HMCH), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI) yang diselenggarakan di Auditorium FPOK dan Lobi Timur FPIPS, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Mumas yang mengangkat tema “Membentuk generasi HMCH yang demokratis dalam berorganisasi melalui Mumas ke-49”, bertujuan agar segala kekurangan selama kepengurusan sebelumnya dapat diperbaiki dan terjalin kebersamaan yang lebih erat di kepengurusan yang baru. Agenda mumas meliputi pembukaan, pembahasan agenda persidangan, sidang pengantar, pembahasan tata tertib, laporan pengawasan DPM, pemilihan presidum tetap, laporan pertanggung jawaban BEM, rekomendasi mumas, pemilihan ketua DPM, pembahasan AD/ART dan GBHO, serta diakhiri dengan pemilihan Ketua Umum BEM. Forum persidangan dibagi menjadi fraksi dan peninjau. Fraksi terdiri atas lima fraksi, yaitu angkatan 2017, 2016, 2015, 2014, dan 2013 +. Setiap fraksi maksimal diisi oleh tujuah orang.


Mumas menjadi tempat para mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi, pertanyaan dan sumbangan pemikiran untuk memajukan organisasi. Perbedaan pendapat yang sering mewarnai proses persidangan membuat para mahasiswa belajar untuk tetap mengendalikan emosi, merendahkan hati, berlapang dada menerima segala kritik dan saran, serta toleransi. Musyawarah pada hakikatnya adalah bersama-sama mencari solusi yang terbaik dengan menyatukan pendapat dan menjembatani perbedaan yang ada agar menjadi satu suara. Mumas juga menjadi pembelajaran untuk saling memaafkan dan tetap berjabat tangan setelah semua yang terjadi dalam proses persidangan. Semua yang terjadi selama mumas pada hakikatnya adalah sebagai pembelajaran agar lebih memaknai dinamika organisasi.

Hasil mumas ini akhirnya berhasil memilih ketua DPM dan BEM yang baru di periode kepengurusan 2018-2019. Fahmi Nurul Huda menjadi ketua DPM menggantikan Estu supriyadi, sedangkan Edah Jubaedah menjadi ketua umum BEM menggantikan Agil Nanggala. Dalam penyampaian visi dan misinya, Fahmi Nurul Huda berharap dapat lebih mengoptimalkan peran pengawasan dari DPM melalui singkatannya ASIK (Aspiratif, Sinergis, Intelektual dan Kritis). Sementara itu, Edah berharap dapat lebih mengharmonisasikan segala perbedaan yang ada di HMCH dan lebih mengefektifkan kegiatan yang dilakukan oleh BEM agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui ber-SINERGI (Solid, Iman, Normatif, Edukatif, Responsif, Gemilang dan Inovatif).


Amanah baru sudah menanti mereka berdua untuk menjalankan roda organisasi HMCH selam satu periode kedepan. Tentunya mereka tidak sendiri menjalani semua itu. Loyalitas para anggota HMCH sangat diperlukan untuk membantu mereka memperbaiki HMCH agar semakin lebih baik. Semoga segala kekurangan yang telah dibahas di mumas dapat kita perbaiki di kepengurusan yang baru ini.

Dikemukakan, Himpunan Mahasiswa di tingkat jurusan merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Sebagai agent of change mahasiswa memang tidak hanya membutuhkan bekal kemampuan akademik tetapi juga harus didukug oleh kemampuan soft skill. Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (HMCH) merupakan salah satu organisasi di UPI yang memiliki tujuan untuk membantu mengembangkan soft skill dan akademik mahasiswa di departemen Pendidikan Kewarganegaraan agar memiliki kemampuan yang seimbang antara akademik dan pengembangan diri, baik berupa minat dan bakat, leadership, pulic speaking dan lain-lain.


Sebuah organisasi tentu harus memiliki generasi penerus untuk meneruskan perjalanan mencapai tujuan yang dicita-citakan. Regenerasi sangat diperlukan agar para generasi muda dapat meneruskan perjuangan para pendahulunya yang sudah lulus dari jenjang akademik dan sudah memilih karir nya masing-masing. Menyadari hal itu, HMCH senantiasa berusaha mencetak kader-kader baru yang siap untuk meneruskan estafet perjalanan HMCH. Regenerasi kepengurusan dilakukan melalui musyawarah mahasiswa (mumas). Mumas tersebut dilakukan di akhir kepengurusan setiap satu periode sekali.