Friday, May 1, 2026

KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL di Stasiun Bekasi Timur, Korban Berjatuhan

 

Duka menyelimuti dunia perkeretaapian Indonesia. Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, ketika kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek menghantam KRL Commuter Line pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.52 WIB. Insiden ini menelan korban jiwa dan puluhan penumpang luka-luka. 

Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB Selasa pagi, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengonfirmasi sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Kronologi: Berawal dari Taksi yang Menerobos Perlintasan

Rentetan kejadian bermula dari sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan langsung (JPL 85) kawasan Bulak Kapal. Benturan itulah yang diduga menyebabkan KRL berhenti mendadak di jalurnya. Dalam kondisi diam itulah, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di belakang tidak dapat menghindari tabrakan. 

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kejadian taksi yang menerobos perlintasan itu diduga turut mengganggu sistem persinyalan di kawasan emplasemen Stasiun Bekasi Timur. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan pihaknya akan menyerahkan penyelidikan mendalam kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Korban: Mayoritas Penumpang KRL Gerbong Belakang

Sebagian besar korban berasal dari penumpang KRL yang berada di gerbong paling belakang, sementara seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. PT KAI juga memastikan tidak ada petugas yang menjadi korban dalam insiden ini.

Proses evakuasi berjalan perlahan dan penuh kehati-hatian, sebab sejumlah korban terjepit di antara reruntuhan besi gerbong dan membutuhkan penanganan khusus. Tim medis, Basarnas, dan KAI bekerja bahu-membahu di bawah sorotan lampu darurat hingga dini hari. 

Para korban luka dirawat di delapan rumah sakit, mulai dari RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Seluruh biaya pengobatan dan pemakaman ditanggung penuh oleh KAI dan pihak asuransi.

KAI Minta Maaf, Parahyangan Ikut Terdampak

Menyusul insiden ini, KAI Daop 2 Bandung turut membatalkan dua perjalanan KA Argo Parahyangan: KA 139B relasi Bandung–Gambir keberangkatan pukul 19.25 WIB, dan KA 140B relasi Gambir–Bandung keberangkatan pukul 23.05 WIB, untuk lintasan Karawang–Gambir (PP).

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa, termasuk penumpang KA Parahyangan yang turut merasakan dampak gangguan perjalanan. 

KAI Commuter Line juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh korban, keluarga korban, dan masyarakat yang terdampak, seraya menegaskan fokus penuh pada proses evakuasi dan keselamatan pelanggan.

Permohonan Maaf KAI

KAI Commuter Line menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh korban, keluarga, dan masyarakat yang terdampak, seraya memastikan fokus penuh pada proses evakuasi dan keselamatan penumpang. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan pihaknya terus melakukan evaluasi menyeluruh bersama regulator dan mendukung penuh proses investigasi oleh KNKT.

Latest
Next Post

Unit Pers dan Penerbitan HMCH adalah salah satu unit khusus dalam intern Himpunan Mahasiswa Civics Hukum Jurusan Pendidikan Kewaganegaraan FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia yang bergerak di bidang jurnalistik

0 comments: